Kiat Untuk Tetap Fit dan Terhindar dari Penyakit Kulit di Musim Panas

Teaser: 

Hindari Debu, Polusi, dan Paparan Sinar Matahari Terus-menerus  

Surabaya, eHealth. Di bulan Oktober seperti saat ini, musim pancaroba yakni peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan menghampiri wilayah Indonesia. Akibat dari peralihan cuaca yang tidak menentu tersebut, di sebagian wilayah Indonesia terutama di Kota Surabaya sedang mengalami cuaca panas yang sedemikian ekstrem.

Kita bisa merasakan panas yang menggila ini terkadang tidak biasa. Disinyalir selain hawa panas akibat musim pancaroba, juga merupakan salah satu dari menipisnya lapisan ozon bumi kita sebagai akibat dari global warming. Bagian dari dampak pemanasan global yakni semakin panasnya cuaca dan perubahan iklim yang sedemikian cepat. Salah satu dampak yang harus kita waspadai yakni munculnya berbagai penyakit yang timbul akibat cuaca panas, salah satunya adalah berbagai penyakit kulit.

Timbulnya penyakit kulit, dikarenakan polusi, debu yang beterbangan, ditambah sinar matahari yang menyengat membuat kulit terbakar dan terasa pedih, belum lagi jika kurang minum, maka tubuh akan mengalami dehidrasi.

Hal tersebut dikatakan oleh dr. Ita Puspita Dewi, SpKK, saat ditemui Tim eHealth disela-sela kesibukannya bertugas di RSUD dr. Soewandhie, Surabaya. Ia menuturkan, dalam jangka panjang efek yang ditimbulkan oleh debu, polusi, panas matahari, dll, bisa berbahaya untuk tubuh, bahkan bisa menimbulkan kanker kulit. Namun tidak perlu khawatir, ada beberapa cara yang disarankan oleh dr. Ita untuk tetap fit dan terhindar dari penyakit kulit yang kerap muncul di musim panas, yakni:

Pertama, jika kulit mengalami dehidrasi yang berujung pada kulit bersisik dan tumit menjadi pecah-pecah, maka sebaiknya Anda menjaga kadar air dalam tubuh. Untuk menjaga kadar air, minum air putih yang cukup serta melindungi kulit dengan memberi moisturezer atau pelembab untuk menjaga kadar air di kulit. Moisturezer terkandung pada lotion dan krim pelembab. “Sebaiknya dipakai setelah mandi supaya air di dalam kulit tetap terlindungi dan gunakan moisturezer dan urea 10-20% untuk menjaga asupan kulit agar tidak bersisik,” ujar dr. Ita.

Perlu diketahui, tambah dr. Ita, bahwa kadar air dalam tubuh itu berbeda dengan kadar minyak. “Jika kekurangan air bisa menyebabkan dehidrasi dan membuat badan lesu, seperti halnya dehidrasi pada penderita diare. Kalau kulit berminyak, tubuh yang mengeluarkan minyak lewat kulitnya seperti keringat,” jelasnya.

Kedua, jika matahari menyengat biasanya akan mempengaruhi kulit dan berubah menjadi kehitam-hitaman. Itu artinya kulit Anda terbakar, tetapi yang dimaksud disini adalah bukan terbakar karena api, namun kulit terasa pedih saat berada di tengah teriknya matahari, seperti halnya berenang yang menyebabkan kulit terasa pedih. Dalam jangka pendek, akan menimbulkan flek hitam. Dalam kondisi seperti ini, disarankan untuk memakai tabir surya sebelum beraktifitas di luar ruangan dengan SPF 30 (Sun Protecting Fector) untuk menghindari efek matahari.

Ketiga, Miliara atau yang lebih dikenal masyarakat dengan biang keringat (keringat buntet) yang biasa timbul di bagian dahi dan punggung. Timbulnya Miliara diakibatkan debu yang menempel pada kulit sehingga menutup kulit dan keringat yang seharusnya keluar menjadi tersumbat.  

Untuk pencegahan dini, sebaiknya sering membersihkan diri dengan mandi. Idealnya saat musim panas mandi 2 kali pagi dan sore, namun karena keringat mudah keluar maka sebelum anda beranjak tidur sebaiknya mandi, setelah mandi taburkan bedak anti biang keringatdi seluruh tubuh yang Anda inginkan. Ganti pakaian satu hari 2 kali sehabis mandi agar tubuh Anda tetap terjaga kebersihannya. Begitu juga handuk yang anda pakai cucilah dua kali sehari karena handuk jalannya transfer kuman.

Keempat, pada jangka panjang, cuaca panas bisa mengakibatkan kulit kering menjadi keriput sehingga mudah gatal dan mengakibatkan dermatitis. Kulit akan terasa perih dan terasa sangat mengganggu aktifitas Anda. Jika terjadi terus-menerus terpapar matahari yang menyengat menjadi Melasma atau flek-flek hitam baik di wajah atau di tubuh. Selain konsultasi ke dokter, dermatitis bisa diatasi dengan salep anti radang dan antibiotik.

Kelima, Seboroik Keratosis atau kutil-kutil pada seboroik hanya bisa dilakukan operasi kecil untuk membersihkan kutil-kutil yang sudah menempel pada kulit.

Keenam,jamur di bagian lipatan (tinea corporites), jamur ini biasa tumbuh di bagian lipatan badan seperti lipatan kaki, ketiak dan lipatan lain. Namun jamur yang tumbuh di bagian lipatan selangkangan disebut tinea kruris. Jamur tinea disebabkan keringat berlebih karena cuaca yang begitu panas yang akhirnya jamur mudah tumbuh di bagian lipatan badan. Pencegahan dininya menggunakan salep mikronason. (Ima)

Reporter : Imroatul Afifah

Your rating: None